Panggilan kepada Terang

Yesus, Sang Terang Sejati, pun mengundang kita untuk datang dan selalu dekat dengan-Nya. Yesus juga mau agar kita dapat meneladani Dia dan menjadi terang bagi sesama.

(Retrieved from https://parokipik.org/7-perkataan-yesus-akulah-roti-hidup)

Hari Minggu Biasa Pekan III

Minggu, 25 Januari  2026

Bacaan:

Yes. 8:23b-9:3;

Mzm. 27:1.4.13-14;

1 Kor. 1:10-13.17

Mat. 4:12-23

Panggilan kepada Terang

Sobat-sobat Gaung yang terkasih

Yesus didaulat sebagai Terang bagi dunia dan bangsa-bangsa di dalamnya. Ini sudah disinggung oleh Nabi Yesaya dalam nubuatnya dan kemudian juga dipertegas oleh Penginjil Matius. Sebagai Terang, Yesus berusaha kuat agar orang-orang yang hidup dalam kegelapan dosa dan kekelaman maut dapat memperoleh keselamatan. Hal ini dilakukan Yesus dengan mewartakan Kerajaan Allah dan pertobatan serta melakukan pelbagai mukjizat pemulihan terhadap orang-orang yang sakit dan kerasukan iblis.

Yesus, Sang Terang Sejati, pun mengundang kita untuk datang dan selalu dekat dengan-Nya. Yesus juga mau agar kita dapat meneladani Dia dan menjadi terang bagi sesama. Terang kita memang tidak sebanding dan tidak akan bisa menggantikan Yesus. Terang kita juga amat kecil dan dayanya lemah dibandingkan dengan kuasa gelap yang menaungi dunia. Walaupun begitu, Tuhan tetap mengharapkan kita untuk mengarahkan dan mengarahkan sesama kita kepada Dia. Hal ini bisa kita wujudkan dengan melakukan hal-hal berikut.

Pertama, hidup dalam pertobatan. Pertobatan mengandaikan komitmen untuk meninggalkan segala bentuk kebatilan dan menghayati semua kebaikan. Pertobatan bisa jadi satu bentuk kesaksian hidup akan kerahiman Allah yang senantiasa terbuka dan tak terbatas bagi manusia.

Kedua, hidup dalam persatuan. Yesus memanggil kita untuk menjadi satu dengan Dia. Yesus juga berdoa agar kita menjadi satu dengan semua orang beriman dan semua pihak yang beritikad baik. Panggilan untuk hidup bersatu ini dilandasi oleh kesadaran dan keyakinan bahwa Tuhan tidak memanggil kita kepada-Nya secara sendiri-sendiri. Tuhan bukan monopoli orang-orang tertentu saja. Tuhan memperuntukan diri-Nya bagi semua orang tanpa pandang buluh. Dia mau agar kita berjalan ke arah-Nya dalam gandengan persaudaraan yang utuh.

#inspirasi
SHARE :
Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT