
Jika kita mendengarkan Dia dengan pikiran dan hati yang terbuka serta berjalan dalam Terang-Nya, benih iman dan relasi tersebuh akan semakin bertumbuh dengan baik.
(Retrieved from https://renungankatolik.wordpress.com/2017/07/27/siapa-yang-mempunyai-kepadanya-akan-diberi-lagi)
Hari Biasa Pekan III
Kamis, 29 Januari 2026
Bacaan:
2 Sam. 7:18-19.24-29;
Mzm. 132:1-2.3-5.11.12.13-14;
Mrk. 4:21-25
Menjadi Lebih Kaya
Sobat-sobat Gaung yang terkasih
Perikop Injil Markus hari ini
ditutup dengan kalimat Yesus ini: “Karena siapa yang mempunyai, akan diberi
lagi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan
diambil”. Yesus tentunya sama sekali tidak berbicara tentang uang atau bentuk
kekayaan lainnya. Dia sebaliknya berbicara tentang keterhubungan dan pemahaman
kita dengan Allah. Bagi Yesus, relasi yang intim dengan Allah lebih berharga
dari semua bentuk kekayaan duniawi ini.
Allah sendiri sebenarnya sudah
menanamkan benih iman dan pemahaman akan Dia dalam diri kita. Pertumbuhan benih
ini amat bergantung pada komitmen dan keterbukaan kita pada Allah. Jika kita
mendengarkan Dia dengan pikiran dan hati yang terbuka serta berjalan dalam
Terang-Nya, benih iman dan relasi tersebut akan semakin bertumbuh dengan baik.
Namun, bila hati kita tertutup untuk Dia, kita akan kehilangan kebijaksanaan
serta pemahaman tentang Dia, diri kita sendiri, dan orang lain.
Jika kita sudah berakar dalam
Tuhan, benih kebaikan dalam diri kita akan bertumbuh lebih besar, lebih kaya,
dan lebih penuh dari hari ke hari. Namun, jika relasi kita dengan Tuhan tidak
dalam, kebaikan dalam diri tidak akan berkembang dan relasi kita dengan Tuhan
tidak akan bertahan.
Mari kita menjadi lebih kaya
dalam hubungan kita dengan Tuhan!