
Kita pun bisa menampakkan Wajah Allah melalui kata-kata serta tindakan kita. Selama kita hidup dalam kasih, kita hidup dalam hadirat Allah; selama kita melakukan kebaikan, kita menghadirkan Allah ke dalam dunia. Allah menampakkan diri-Nya, sejauh kita mengasihi dan melakukan kebaikan bagi sesama.
(Retrieved from https://holtonmethodist.org/2021/11/seeing-jesus-face-to-face)
Hari Biasa Pekan I
Kamis, 15 Januari
2026
Bacaan:
1 Sam. 4:1-11;
Mzm.
44:10-11.14-15.24-25;
Mrk. 1:40-45
Menampakkan Wajah Allah
Sobat-sobat Gaung yang terkasih
Allah yang kita percayai adalah Allah yang transenden
sekaligus imanen. Ia tidak tampak tetapi juga tidak jauh dari kita. Ia
kelihatannya diam walaupun sebenarnya tidak pernah berhenti dalam mencipta dan
membaharui karya-Nya. Ia pun mengundang kita untuk menyadari kehadiran-Nya
dalam keseharian kita yang biasa. Ia juga mau agar kita menampakkan
kehadiran-Nya itu kepada sesama kita.
Penulis Kitab Suci pada umumnya hanya menggunakan
istilah istilah “Wajah Allah”. Mereka tidak pernah menulis “Muka Allah”. Wajah
berbeda dengan muka. Kalau muka bisa diindrai, maka wajah adalah suatu
penampakan yang tidak bisa diindrai.
Wajah Allah memang tidak bisa dilihat atau dijamah
manusia yang terbatas. Namun, itu tidak lalu berarti kehadiran Allah sama
sekali tidak bisa dirasakan atau dialami. Orang Ibrani merasakan kehadiran
Allah di tengah-tengah mereka yang membimbing mereka sejak peziarahan padang gurun
hingga pendirian Kerajaan Israel. Orang Israel dan bahkan orang kafir kemudian
bisa merasakan kehadiran Allah secara istimewa melalui Yesus. Melalui
pengajaran dan penyembuhan yang dilakukan-Nya, Yesus menampakkan Wajah Allah
kepada orang-orang yang mengikuti Dia.
Kita pun bisa menampakkan Wajah Allah melalui
kata-kata serta tindakan kita. Selama kita hidup dalam kasih, kita hidup dalam
hadirat Allah; selama kita melakukan kebaikan, kita menghadirkan Allah ke dalam
dunia. Allah menampakkan diri-Nya, sejauh kita mengasihi dan melakukan kebaikan
bagi sesama.