
Mata Tuhan sudah pasti berbeda dengan mata manusia. Perbedaan ini bukan hanya soal jangkauan pandangan Tuhan yang tak terbatas dan cakupan pandangan manusia yang terbatas. Perbedaan ini juga mencakup perihal cara Tuhan dan kita dalam memandang.
(Retrieved from https://www.jawaban.com/read/article/id/2015/09/01/63/150831232354/seperti_mata_tuhan)
Hari Biasa Pekan Kedua
Selasa, 20 Januari 2026
Bacaan:
1 Sam. 16:1-13;
Mzm. 89:20.21-22.27-28;
Mrk. 2:23-28
Mata Tuhan
Sobat-sobat Gaung yang
terkasih
Mata Tuhan sudah pasti berbeda
dengan mata manusia. Perbedaan ini bukan hanya soal jangkauan pandangan Tuhan
yang tak terbatas dan cakupan pandangan manusia
yang terbatas. Perbedaan ini juga mencakup perihal cara Tuhan dan kita dalam
memandang.
Penulis Kitab Samuel menegaskan
Tuhan tidak hanya memandang fisik tetapi juga hati manusia. Hal ini terbukti
kala Tuhan memerintahkan Nabi Samuel untuk mengurapi Daud menjadi raja atas
Israel. Daud adalah anak bungsu Isai. Berbeda dengan perawakan
saudara-saudaranya, Daud tergolong kecil dan masih terlalu belia untuk menjadi
raja. Namun, Tuhan tetap memantapkan pilihan-Nya pada Daud.
Penginjil Markus kemudian
menceritakan Yesus yang memberikan pandangan berbeda kepada orang Farisi
tentang makna Sabat. Di mata Yesus, Sabat bukan berarti saat berdiam diri atau
berpangku tangan tanpa makna. Di mata Yesus, ibadat Sabat mencapai kepenuhannya
kala ia mampu menggerakan orang untuk semakin memperhatikan kebutuhan dasar
sesamanya serta menaruh belas kasih kepada mereka yang mengalami kesulitan.
Mari kita berdoa dan belajar
untuk memandang dengan cara Mata Tuhan memandang!