
Selama dua hari penyelenggaraan, suasana kegiatan terasa sangat kondusif dan hangat. Para peserta terlihat memiliki semangat dan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran. Kesetiaan mereka mengikuti jalannya acara terlihat jelas; meskipun berlangsung seharian penuh, tidak tampak rasa lelah mengurangi perhatian dan keikutsertaan mereka.
Kegiatan Kursus Persiapan Perkawinan Katolik Gelombang II di Wilayah Barat Paroki St Eduardus Watunggong
Setelah menyelesaikan pelaksanaan Kursus Persiapan Perkawinan Katolik (KPPK) Gelombang I yang berjalan sukses dan lancar di Wilayah Timur Paroki, kini giliran umat di Wilayah Barat Paroki St. Eduardus Watunggong yang mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan serupa. Kegiatan ini diselenggarakan secara khusus untuk membekali para calon pasangan suami istri sebelum mereka melangkah menuju sakramen perkawinan.
Kursus berlangsung selama dua hari berturut-turut, yaitu pada hari Senin dan Selasa, tanggal 29 hingga 30 Juni 2026, dimulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 16.00 sore WITA setiap harinya. Sebanyak 32 pasangan atau setara dengan 64 orang peserta tercatat hadir dan mendaftar secara resmi mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini.
Pembukaan Resmi dan Suasana Kegiatan
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Pastor Paroki RD Martinus Gunardi Kendo. Dalam sambutannya, Beliau menekankan pentingnya persiapan yang matang tidak hanya dari segi materi dan perencanaan acara, tetapi lebih lagi dari segi rohani, mental, dan pengetahuan tentang makna sebenarnya dari perkawinan dalam ajaran Gereja Katolik.
Selama dua hari penyelenggaraan, suasana kegiatan terasa sangat kondusif dan hangat. Para peserta terlihat memiliki semangat dan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran. Kesetiaan mereka mengikuti jalannya acara terlihat jelas; meskipun berlangsung seharian penuh, tidak tampak rasa lelah mengurangi perhatian dan keikutsertaan mereka.
Penyampaian materi menggunakan media presentasi PowerPoint dan proyektor yang jelas dan menarik, diselingi dengan sesi tanya jawab, diskusi kelompok, serta kegiatan santai yang membuat suasana tetap hidup dan peserta merasa betah serta nyaman.
Materi Pembekalan yang Menyeluruh
Para peserta mendapatkan bekal pengetahuan yang sangat lengkap dan menyeluruh, mencakup berbagai aspek kehidupan berkeluarga, mulai dari dasar rohani hingga kebutuhan praktis sehari-hari, antara lain:
Sebagai tambahan yang sangat bermanfaat, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis yang dilakukan oleh tim medis profesional dari Puskesmas Afirmasi Watunggong. Layanan ini memungkinkan para peserta memeriksa kondisi kesehatan mereka sebagai salah satu persiapan fisik membangun rumah tangga.
Makna Kegiatan dan Penutupan
Kursus Persiapan Perkawinan Katolik ini merupakan salah satu syarat dan bagian terpenting dalam proses administrasi serta persiapan sakramental sebelum pemberkatan nikah dilaksanakan.
Gereja ingin memastikan bahwa setiap pasangan yang akan menikah memiliki bekal pengetahuan yang utuh, sehingga mereka siap menghadapi berbagai tantangan dan dinamika kehidupan rumah tangga ke depannya. Selain teori, peserta juga mendapatkan berbagai tips dan panduan praktis untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul, serta cara membangun hubungan yang harmonis, saling percaya, dan saling mendukung.
Di penghujung kegiatan, diselenggarakan pembagian Sertifikat Penyelesaian Kursus Persiapan Perkawinan Katolik sebagai tanda bukti keikutsertaan peserta.
Pada hari terakhir, kegiatan ditutup secara resmi oleh Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP), Bapak Ignatius Randus, S.Pd. Dalam kata penutupnya, Beliau berharap ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama kursus ini dapat diamalkan dalam kehidupan nyata, sehingga setiap keluarga yang terbentuk nantinya menjadi keluarga yang bahagia, sejahtera, dan selalu menjadi saksi kasih Allah di tengah masyarakat.***