
Kunjungan ini bertujuan untuk membantu Paroki Lengko Ajang dan Paroki Mombok dalam menyusun proposal permohonan dana kepada Komisi PSE Keuskupan Ruteng. Selain itu, rombongan juga memberikan dukungan bagi Kelompok Tenun Punca Titi yang berada di wilayah Paroki Watunggong.
Dokumentasi Paroki St. Eduardus Watunggong
Kunjungan Perdana Vikep Reo yang Baru bersama PSE Keuskupan Ruteng: Dampingi Penyusunan Proposal dan Dukung Kelompok Tenun
Kevikepan Reo berbahagia menyambut kehadiran pemimpin baru. Pada Senin, 9 Maret 2026, RD. Marsel Zosimus Erot, yang akrab disapa Romo Josy, resmi dilantik sebagai Vikaris Episkopal (Vikep) Reo yang baru. Pelantikan ini membawa sukacita bagi umat di wilayah Kevikepan Reo yang kini mendapatkan gembala baru untuk mendampingi pelayanan pastoral dan pengembangan karya-karya sosial di wilayah tersebut.
Pada saat pelantikannya sebagai Vikep Reo, Romo Josy masih menjabat sebagai Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Ruteng. Pengalaman dalam bidang pemberdayaan sosial ekonomi ini diharapkan semakin memperkuat pelayanan Gereja bagi masyarakat, terutama dalam upaya peningkatan kesejahteraan umat.
Beberapa hari setelah pelantikannya, Romo Josy bersama staf PSE Keuskupan Ruteng, Saudara Frederikus Judin dan Saudari Sisilia Kurniati, melakukan kunjungan pastoral dan kerja ke Paroki St. Eduardus Watunggong pada Rabu, 11 Maret 2026. Kedatangan mereka disambut secara adat oleh para pastor serta perwakilan Dewan Pastoral Paroki (DPP) dan Dewan Keuangan Paroki (DKP) dari Paroki Watunggong, Paroki Lengko Ajang, dan Paroki Mombok.
Kunjungan ini bertujuan untuk membantu Paroki Lengko Ajang dan Paroki Mombok dalam menyusun proposal permohonan dana kepada Komisi PSE Keuskupan Ruteng. Selain itu, rombongan juga memberikan dukungan bagi Kelompok Tenun Punca Titi yang berada di wilayah Paroki Watunggong.
Proses penyusunan proposal serta diskusi bersama para anggota Kelompok Tenun Punca Titi berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban. Romo Josy dengan sabar mendengarkan berbagai pengalaman yang dibagikan oleh para anggota kelompok tenun tersebut. Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan secara rinci berbagai hal yang berkaitan dengan proses produksi serta strategi pemasaran hasil tenun agar dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para anggota.
Para anggota Kelompok Tenun Punca Titi mengikuti diskusi tersebut dengan antusias, didampingi oleh Pastor Paroki serta para anggota dewan Paroki Watunggong. Sementara itu, staf PSE Keuskupan Ruteng, Frederikus Judin dan Sisilia Kurniati, membantu menjelaskan sekaligus mengarahkan para perwakilan dari Paroki Mombok dan Paroki Lengko Ajang dalam proses penyusunan proposal permohonan dana kepada pihak PSE.
Kunjungan perdana Romo Josy sebagai Vikep Reo ini menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-52. Tanpa sepengetahuan Romo Josy, Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Eduardus Watunggong telah menyiapkan sebuah kejutan sederhana namun penuh makna.
Para anggota OMK menghadirkan perayaan kecil untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Romo Josy. Kejutan tersebut disambut dengan rasa haru dan syukur, sekaligus menambah keakraban antara Vikep Reo yang baru dengan umat di wilayah Paroki Watunggong.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi awal dari pelayanan Romo Josy sebagai Vikep Reo, tetapi juga menjadi tanda komitmen Gereja untuk terus mendampingi umat dalam pengembangan kehidupan sosial dan ekonomi, khususnya melalui karya-karya pemberdayaan seperti kelompok tenun yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.