
Yesus mengajarkan kemurkaan, terutama kemarahan yang bertahan lama, sebagai hal yang buruk. Yesus pun mengajak kita untuk mengendalikan diri ketika marah agar tidak melukai orang lain.
(Retrieved from https://nirwana.gkagloria.id/2024/02/07/jangan-marah)
Hari Biasa Pekan I
Prapaskah
Jumat, 27 Februari 2026
Bacaan:
Yeh. 18:21-28
Mzm. 130:1-2.3-4ab.4c-6.7-8
Mat. 5:20-26
“Kontrol
Kemarahan”
“Setiap orang yang
marah terhadap saudaranya harus dihukum”
(Mat. 5:22)
Sobat-sobat Gaung yang terkasih
Marah dalam ayat di atas
kiranya merujuk pada kemurkaan, sebagai salah satu dari tujuh dosa pokok (KGK
1866). Marah atau kemurkaan adalah emosi yang bisa merusak dan menghancurkan. Kemurkaan bisa muncul dalam pikiran, dalam
kata, dan dalam aksi. Kemurkaan dalam hati bisa muncul dalam niat untuk
menghancurkan atau melakukan balas dendam; kemurkaan dalam kata mewujud dalam
penggunaan bahasa yang menghina, merendahkan, dan merusak reputasi seseorang; kemurkaan
dalam aksi hadir dalam bentuk emosi tidak terkontrol yang bermuara pada
pelecehan atau kekerasan fisik.
Yesus mengajarkan kemurkaan,
terutama kemarahan yang bertahan lama, sebagai hal yang buruk. Yesus pun
mengajak kita untuk mengendalikan diri ketika marah agar tidak melukai orang
lain. Oleh karena itu, mari kita mohon kekuatan-Nya agar kita mampu
mengendalikan diri ketika menghadapi hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan
kita. Mari kita juga mohon rahmat-Nya agar kita bisa belajar menarik hikmah
dari berbagai pengalaman pahit dan bersedia mengampuni.