
Kebersamaan yang baik dibangun di atas jalinan komunikasi yang sehat, kesediaan untuk saling mendengarkan dan memahami, keberanian untuk memperbaiki dan kerendahan hati untuk menerima koreksi, serta keberpihakan pada kebenaran dan keadilan.
(Retrieved from https://renunganhariankatolik.video.blog/2019/01/27/belajar-dari-timotius-dan-titus)
Peringatan Wajib Santo Timotius dan
Titus, Uskup
Senin, 26 Januari 2026
Bacaan:
2 Tim. 1:1-8;
Mzm. 96:1-2a.2b-3.7-8a.10;
Luk. 10:1-9
Kebersamaan
Sobat-sobat Gaung yang terkasih
Gereja memperingati
Santo Timotius dan
Titus. Keduanya adalah rekan kerja dan sahabat Santo
Paulus. Dalam suratnya,
St. Paulus memberkati dan menyapa St. Timotius dan Titus dalam nuansa bahasa yang
akrab dan penuh persaudaraan.
Bahasa demikian tentunya bisa muncul karena adanya kedekatan
personal antara St. Paulus dan kedua pribadi itu. Meskipun jauh, mereka tetap merasa dekat dan senantiasa memelihara kebersamaan kasih dalam pelayanan kepada Tuhan dan sesama.
Keakraban mereka menjadi contoh nyata yang
membuktikan panggilan hidup kristiani sebagai panggilan untuk hidup bersama secara baik. Hidup kristiani seharusnya tidak mengasingkan kita dari kebersamaan dengan yang
lain. Hidup Kristiani tidak pernah berarti berjalan sendiri-sendiri.
Hidup kristiani malahan menarik kita untuk berani terjun ke dalam dunia; untuk berada, berjalan, dan bekerja bersama dengan sesama demi
terwujudnya Kerajaan Allah.
Kebersamaan yang baik dibangun di
atas jalinan komunikasi yang
sehat, kesediaan untuk saling mendengarkan dan memahami,
keberanian untuk memperbaiki dan kerendahan hati untuk menerima koreksi, serta keberpihakan pada kebenaran dan keadilan.