
Peristiwa ini menunjukkan bahwa Yesus menerima diri kita apa adanya. Oleh karena itu, kita tidak perlu menunggu sampai kita memiliki motivasi yang benar dan iman yang kuat untuk membawa persoalan-persoalan kita kepada Yesus. Mari kita bawa luka-luka fisik, penyakit mental, serta kelelahan spiritual kita dan mohon sentuhan penyembuhan-Nya bagi diri kita.
(Retrieved from https://catatanseorangofs.wordpress.com/tag/yesus-membangkitkan-anak-perempuan-dari-seorang-kepala-rumah-ibadat)
Hari Biasa Pekan
Biasa IV
Selasa, 3 Februari 2026
Bacaan:
2 Sam.
18:9-10.14b.24-25a.30-19:3;
Mam.
86:1-2.3-4.5-6;
Mrk. 5:21-43
Keberanian
Mendekati Yesus
Sobat-sobat Gaung yang terkasih
Injil hari ini menceritakan Yesus yang membangkitkan anak
Yairus – si kepala rumah ibadat – dan menyembuhkan seorang wanita yang
menderita pendarahan. Sebagai kepala rumah ibadat, Yairus tahu dengan baik
hukum Yahudi. Dia bisa saja membenci Yesus yang bersahabat dengan orang-orang
berdosa. Namun, ia berani mendekati Yesus sebagai upaya terakhir kala segala
usaha medis sudah kandas dan putrinya sedang sekarat. Hal yang sama juga
dilakukan oleh si wanita yang menderita pendarahan. Penyakit yang dideritanya
sebenarnya membuat ia najis. Dengan itu, dia sebenarnya tidak bisa tampil di
depan umum. Namun, ia memilih untuk mengabaikan tabu sosial itu dan menyentuh
jubah Yesus. Karena keberanian mereka, baik si wanita maupun anak Yairus
dipulihkan dan dijadikan pribadi yang baru.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa Yesus menerima diri
kita apa adanya. Oleh karena itu, kita tidak perlu menunggu sampai kita
memiliki motivasi yang benar dan iman yang kuat untuk membawa
persoalan-persoalan kita kepada Yesus. Mari kita bawa luka-luka fisik, penyakit
mental, serta kelelahan spiritual kita dan mohon sentuhan penyembuhan-Nya bagi
diri kita.