
Sebagaimana Yesus yang mencintai kita sampai tuntas dengan memberikan diri-Nya sendiri dalam kurban Ekaristi, kita juga hendaknya mampu memberikan diri kita untuk menopang dan menunjang kebaikan orang lain.
(Retrieved from https://santapanrohani.org/article/keadilan-dalam-rupa-kasih)
Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan
Selasa, 6 Januari 2026
Bacaan:
1 Yoh. 4:7-10;
Mzm.
72:1-2.3-4ab.7-8;
Keadilan dan Kasih
Sobat-sobat Gaung yang terkasih
Bacaan-bacaan hari ini berfokus pada dua hal berikut,
yakni kasih dan keadilan. Perihal keadilan disinggung secara jelas dalam
Mazmur. Sementara itu, gagasan tentang kasih ditampilkan dalam Surat Pertama
Rasul Yohanes dan Injil Markus. Bagi
kita, keadilan dan kasih mungkin adalah dua hal yang berbeda atau bahkan
bertentangan. Namun, bagi Tuhan, keadilan-Nya justru terletak pada kasih-Nya
pada umat manusia.
Dalam injil, bahasa kasih ini tampak ketika Yesus –
yang tergerak rasa belas kasih – menggandakan roti dan memberi makan banyak
orang. Mukjizat ini mengingatkan kita akan pengadaan mana bagi orang Israel di
padang gurun sekaligus mengisyaratkan Roti Surgawi yang akan diberikan Yesus
bagi umat-Nya. Lebih dari itu, mukjizat ini juga menjadi bukti kuat akan
kemurahan hati Tuhan dalam memelihara dan memenuhi kebutuhan umat-Nya.
Kita hidup karena kita disayangi dan dicintai oleh
Tuhan. Karena kita sudah dicintai, kita juga harus menjadi pribadi yang sanggup
mencintai. Saat kita mencintai, kita pun mewartakan dan mewujudkan keadilan
Tuhan. Orang yang mencintai tidak akan melakukan tindakan yang tidak adil. Orang
yang mencintai adalah juga orang yang selalu mengusahakan kebaikan bagi sesamanya.
Sebagaimana Yesus yang mencintai kita sampai tuntas dengan memberikan diri-Nya
sendiri dalam kurban Ekaristi, kita juga hendaknya mampu memberikan diri kita
untuk menopang dan menunjang kebaikan orang lain.
Selamat menjadi pribadi yang penuh kasih!