Kaya itu berbagi

Dalam perumpamaan itu, si kaya dihukum bukan karena ia memiliki kekayaan melainkan karena ia meminggirkan rasa kemanusiaannya dan menutup pintu hatinya bagi Si Lazarus yang sekarat.

(Retrieved from https://www.harvestherald.com/the-rich-man-and-lazarus.html)

Hari Biasa Pekan Prapaskah II

Kamis, 5 Maret 2026

Bacaan:

Yes. 17:5-10

Mzm. 1:1-2.3.4.6

Luk. 16:19-31

“Kaya itu Berbagi”

Sobat-sobat Gaung yang terkasih

Perikop Injil Lukas menyajikan perumpamaan tentang Orang Kaya dan Si Lazarus. Perumpamaan ini diceritakan Yesus sebagai bentuk kritikan-Nya terhadap kaum Farisi yang mencintai uang secara berlebihan dan mengabaikan kesejahteraan dari para fakir miskin. Perumpamaan tersebut juga menjadi awasan bagi kita bahwa sikap ingat diri, penyalagunaan kekayaan, serta pengabaian terhadap orang miskin adalah dosa berat yang mengantar orang pada siksa kekal. Dalam perumpamaan itu, si kaya dihukum bukan karena ia memiliki kekayaan melainkan karena ia meminggirkan rasa kemanusiaannya dan menutup pintu hatinya bagi Si Lazarus yang sekarat.

Yesus sengaja tidak memberitahukan nama orang kaya ini. Yesus mungkin melakukannya agar kita bisa mengidentifikasikan diri dengan si orang kaya. Ia rupanya ingin kita membayangkan diri berada di posisi orang kaya yang harus menderita kekal karena sikap acuh tak acuh pada sesama. Lebih dari itu, Yesus mau agar kita memberdayakan segala “kekayaan” yang ada dalam diri kita untuk kebaikan orang lain. Kekayaan yang dimaksudkan di sini tentulah bukan saja menyangkut hal material tetapi juga perhatian kita, waktu luang kita, telinga yang siap mendengar, serta hati yang sedia memahami. Kaya itu berbagi!

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT