Jadilah dirimu sendiri!

Lebih baik menjadi diri sendiri dari pada harus meniru “milik” orang lain yang sesungguhnya tidak cocok dengan kita. Lebih baik menjadi diri sendiri dari pada harus “menjadi yang lain tapi sengsara”.

(Retrieved from https://petergoeman.com/why-was-god-upset-that-israel-wanted-a-king-in-1-samuel-8)

Hari Biasa Pekan I

Jumat, 16 Januari 2026

Bacaan:

1 Sam. 8:4-7.10-22a;

Mzm. 89:16-19;

Mrk. 2:1-12

Jadilah dirimu sendiri!

Sobat-sobat Gaung yang terkasih

Nasihat “jadilah dirimu sendiri” bukan lagi nasihat yang baru. Nasihat ini biasa digaungkan untuk membuat orang menghargai keunikannya serta menjauhkan orang dari kecenderungan “membanding-bandingkan”. Dalam arti tertentu, perbandingan memang diperlukan sejauh membantu orang untuk belajar dan mendorongnya perkembangan ke arah yang baik. Perbandingan akan menjadi keliru jika membuat orang menyesali hidupnya serta melupakan jati dirinya.

Hal inilah yang terjadi pada bangsa Israel. Bangsa Israel membanding-bandingkan diri mereka dengan bangsa-bangsa lain yang memiliki kekayaan serta kekuatan militer yang luar biasa. Mereka juga meminta raja. Bangsa Israel ingin meniru kebiasaan serta menjadi seperti bangsa-bangsa itu! Keinginan ini membuat mereka lupa akan keunikan mereka sebagai bangsa pilihan Allah. Mimpi akan kejayaan dan kemakmuran duniawi membuat mereka lupa bahwa mereka sudah menjadi milik Allah, Tuhan yang lebih berharga dari semua bentuk kekayaan; lebih kuat dari semua bentuk kekuatan militer; dan lebih berkuasa dari semua raja dunia.

Mimpi untuk menjadi sebuah kerajaan besar menghilangkan identitas Israel sebagai bangsa yang dipimpin langsung oleh Allah. Kehadiran para raja dalam kerajaan Israel pada gilirannya tidak selalu membawa berkat bagi Israel. Karena raja-rajanya yang tidak bijaksana, Israel harus menanggung akibat-akibat buruk bahkan harus mengalami pembuangan ke negeri asing.

Israel dan pengalaman kejatuhannya mengingatkan kita akan bahaya “membanding-bandingkan” diri dengan pihak lain. Lebih baik menjadi diri sendiri dari pada harus meniru “milik” orang lain yang sesungguhnya tidak cocok dengan kita. Lebih baik menjadi diri sendiri dari pada harus “menjadi yang lain tapi sengsara”.

#inspirasi
SHARE :
Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT