Intip Suasana Pembukaan Sidang Sesi II Sinode IV Keuskupan Ruteng

Sinode yang dewasa bukan hanya pandai berbicara tetapi juga rendah hati untuk mendengarkan. Mendengar sebelum menilai dan memahami sebelum menyimpulkan. Biarkan realitas umat berbicara, demikian Uskup Ruteng menjelaskan.

Foto pembukaan sidang sesi II Sinode IV Keuskupan Ruteng di Rumah ret-ret Wae Lengkas

Sinode IV Keuskupan Ruteng yang berlangsung sepanjang tahun 2026 merupakan pertanda  perjalanan iman yang tumbuh dan bergerak dalam arus perkembangan zaman.

Pada tahun sinode ini dilangsungkan sidang untuk berbicara, saling mendengarkan dan saling berbagi untuk menemukan benang merah dari perjalanan pastoral Sinode III untuk dibawa ke dalam sinode IV. 

Setelah sukses melangsungkan sidang sesi I pada bulan Januari, kini dilaksanakan sidang sesi II untuk melihat bersama, berbicara bersama dan berbagi hal-hal baik tentang beberapa program pastoral. 

Sidang sesi II diawali dengan rekoleksi yang dibawakan Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Ruteng,  RP. Sebastian Hobahana, yang berbicara tentang misi seorang murid. Setiap kita merupakan sebuah misi. 

Setelah itu disempurnakan dalam misa kudus. Paduan suara dari Paroki St. Nikolaus Golo Dukal membuat suasana misa menjadi lebih semarak, hikmat dan hidup.

Bersinode berarti bertumbuj bersama menuju Kristus.  Itulah tema.yang disodorkan untuk direnungkan. Menekankan pada proses pewartaan. Mengambil kisah pewartaan Paulus di Efesus dalam suratnya. Menulis kepada mereka untuk berjalan bersama dalam pengharapan, berjalan bersama dalam segala kebaikan.

Sinode memanggil kita untuk berjalan bersama dan bertumbuh dalam kebenaran. Kita bertumbuh ke arah Kristus dalam seluruh reksa pastoral kita.

Kegiatan dilanjutkan dengan santap malam bersama. Setelah itu, peserta berkumpul di aula sidang untuk mengikuti kegiatan-kegiatan pembukaan diantaranya sambutan Ketua Panitia, RD. Andi Jeramat dan input dari Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat. 

Uskup Rutneg dalam inputnya menyampaikan agar pelayan pastoral mesti mampu membaca realitas untuk menilai pelaksanaan.

Bapa Uskup mengatakan bahwa sesi II Sinode IV harus dihayati sebagai tindakan rohani Gereja yang ingin jujur di hadapan Allah. Bukan tentang membuktikan bahwa semua sudah baik.

Jangan datang dengan kesimpulan bahwa semua sudah jadi. Jangan terlalu cepat menafair supaya tidak kehilangan suara-suara asli yakni suara umat Allah. 

Kit mesti mampu mengubah realitas dari kuantitas kegiatan menuju mutu dan daya ubah. Hal paling penting adalah menghidupkan relasi dengan Tuhan dan mendewasakan persekutuan. 

Tidak boleh menilai dari ruang kosong tetapi menilai dari perjalanan Gereja kita.  Mari dengarkan suara-suara dari pinggiran : keluarga yang rapuh, orang muda yang tertekan dan komunikasi akar rumput. 

Sinode yang dewasa bukan hanya pandai berbicara tetapi juga rendah hati untuk mendengarkan. Mendengar sebelum menilai dan memahami sebelum menyimpulkan.   Biarkan realitas umat berbicara, demikian Uskup Ruteng menjelaskan.

Selanjutnya, RD. Martin Chan membawa peserta pada pemahaman peserta sinode tentang  arah, proses dan metode sinode IV Keuskupan Ruteng.  

Dalam sesi kedua yang berlangsung 13-17 April 2026, akan direfleksikan aneka program pastoral yang terurai dalam tiga bidang utama yaitu Pewartaan, Pengudusan, dan Persekutuan umat. Dalam bidang Pewartaan, peserta Sinode akan mendalami karya pastoral dalam sub bidang Kitab Suci, katekese sakramen dan katekese umat, serta pewartaan dalam era digital. Dalam bidang Pengudusan, peserta Sinode akan membahas pelayanan pastoral dalam sub bidang sakramen, sakramentali, dan devosi umat. Dalam bidang persekutuan, peserta Sinode akan berdiskusi tentang reksa pastoral dalam sub bidang Komunitas Basis Gerejawi (KBG), persekutuan stasi, persekutuan Orang Muda Katolik (OMK), Sekami, dan Komunitas Rohani. (Sesi ketiga 1-5 Juni 2026: Diakonia Sosial-Ekologi, Sesi keempat 4-8 Agustus 2026: Manajemen dan Pelayan Pastoral, 7 Oktober 2026: Perayaan puncak Sinode IV).***


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT