
Menjadi terang dan garam merupakan panggilan untuk memberikan kesaksian tentang belas kasih Allah. Menjadi garam dan terang berarti menjadi berguna bagi sesama tanpa harus beroleh untung.
(Retrieved from https://sanyospwt.wordpress.com/2020/02/08/menjadi-garam-dan-terang-dunia)
Hari Minggu Biasa Pekan V
Minggu, 8 Februari 2026
Bacaan:
Yes. 58:7-10
Mzm. 112:4-5.6-7.8a.9
1 Kor. 2:1-5
Mat. 5:13-16
Garam dan Terang
Sobat-sobat Gaung yang terkasih
Tuhan – untuk ke sekian kalinya – menuntun
kita untuk menyadari identitas kita sebagai orang-orang yang harus memberi
kesaksian tentang Dia. Hal ini disampaikan-Nya dengan menggunakan metafora
garam dan terang. Sebagai simbol kemurnian, garam menjadi bahan umum untuk
kurban yang dipersembahkan kepada Tuhan oleh orang Yahudi dan bahkan kaum kafir.
Dalam dunia kuno, garam juga menjadi barang paling umum yang digunakan untuk
mengawetkan dan memberi rasa pada makanan. Sementara itu, terang sudah selalu
berarti hal yang memungkinkan kita untuk melihat. Garam dan terang adalah hal
biasa yang sering muncul dalam kehidupan kita. Keberadaan mereka sering kali
tidak disadari dan tidak diperhitungkan. Walaupun demikian, garam dan terang tetap
menjadi hal yang dibutuhkan oleh setiap manusia.
Tuhan pun mengajak kita menjadi
saksi-saksinya, garam dan terang bagi dunia. Menjadi terang dan garam merupakan
panggilan untuk memberikan kesaksian tentang belas kasih Allah. Menjadi garam
dan terang berarti menjadi berguna bagi sesama tanpa harus beroleh untung.
Menjadi garam dan terang juga mengandaikan kesediaan untuk meninggalkan
kepentingan pribadi demi merangkul mereka yang lapar, miskin, dan telanjang.