
Darah menunjukkan Yesus yang memberikan hidup-Nya secara suka rela bagi umat gembalaan-Nya. Sementara itu, air menunjuk pada pembersihan, penyucian, serta kelahiran kembali manusia dalam Roh. Dengan demikian, darah dan air sebenarnya mewakili pemberian hidup Yesus serta pembaruan hidup kita manusia.
(Retrieved from https://hosanaditempatyangmahatinggi.wordpress.com/2018/06/07/darah-dan-air-yang-memancar-keluar-dari-lambung-nya)
Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan
Jumat, 9 Januari 2026
Bacaan:
1 Yoh. 5:5-13;
Mzm. 147:12-13.14-15.19-20;
Luk. 5:12-16
Sobat-sobat Gaung yang terkasih
Penginjil Yohanes dikenal karena menggunakan banyak simbol
dalam tulisannya. Dua di antaranya dapat kita temukan dalam perikop bacaan
pertama hari ini, yaitu simbol darah dan simbol air.
Gambaran tentang darah dan air muncul saat peristiwa
lambung Yesus yang tersalib ditikam oleh seorang serdadu Romawi. Dari lambung
Yesus yang terkoyak, keluarlah darah dan air. Darah menunjukkan Yesus yang
memberikan hidup-Nya secara suka rela bagi umat gembalaan-Nya. Sementara itu,
air menunjuk pada pembersihan, penyucian, serta kelahiran kembali manusia dalam
Roh. Dengan demikian, darah dan air sebenarnya mewakili pemberian hidup Yesus
serta pembaruan hidup kita manusia.
Yesus sudah memberikan hidup-Nya untuk menyembuhkan
dan membaharui hidup kita. Mari kita jadikan Dia sebagai contoh dan kita buat
kehadiran-Nya menjadi nyata di tengah dunia. Hal ini tentunya bisa terwujud
bila kita mau mengabdikan hidup kita untuk membawa penyembuhan bagi yang
terluka, penghiburan bagi yang berduka, serta kesejahteraan bagi mereka yang
tak mampu.
Semoga darah dan air kerahiman Tuhan mengalir atas
diri kita!