Berhala Diri

Berhala diri juga terjadi kala orang menyombongkan diri, menganggap diri paling benar atau paling baik, serta selalu berusaha memantik perhatian orang lain. Berhala diri bisa dihindari saat kita mampu bersikap rendah hati.

(Retrieved from https://devotion.knowing-jesus.com/self-idolatry)

Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan

Sabtu, 10 Januari 2026

Bacaan:

1 Yoh. 5:14-21;

Mzm. 149:1-2.3-4.5.6a.9b;

Yoh. 3:22-30

Sobat-sobat Gaung yang terkasih

“Waspadalah terhadap segala berhala”, demikian pesan Yohanes Rasul dalam perikop bacaan pertama hari ini (1 Yoh. 5:21). Melalui nasihat ini, kita semua diajak untuk melihat dan meneliti hal-hal yang mungkin menjadi berhala dalam kehidupan kita.

Berhala secara sederhana dapat diartikan sebagai objek buatan manusia yang dipuja dan disembah sebagai lambang kekuatan yang melebihi Allah. Berhala biasanya dianggap sebagai bentuk penyesatan yang dapat membuat orang menjauh dan bahkan meninggalkan Tuhan. Berhala bisa berupa barang seperti batu, kayu, dan uang. Berhala juga bisa muncul dalam rupa obsesi yang berlebihan terhadap kekuasaan atau jabatan tertentu.

Pada zaman ini, salah satu berhala yang sering tidak disadari oleh kita adalah berhala diri. Berhala diri terjadi ketika seseorang terlalu fokus pada dirinya sendiri, mengagumi dirinya sendiri secara berlebihan, dan memprioritaskan dirinya di atas kepentingan orang lain. Berhala diri juga terjadi kala orang menyombongkan diri, menganggap diri paling benar atau paling baik, serta selalu berusaha memantik perhatian orang lain.

Berhala diri bisa dihindari saat kita mampu bersikap rendah hati. Hal ini bisa kita pelajari dari pribadi Yohanes Pembaptis. Walaupun diikuti dan dikagumi banyak orang, Yohanes Pembaptis tidak jumawa. Dia juga tidak memandang Yesus yang mulai terkenal sebagai saingan yang harus dijatuhkan. Sebaliknya, Yohanes pembaptis tetap menunjukkan kekecilannya di hadapan Tuhan serta tetap berlaku setia dalam tugas yang diberikan kepadanya.

Mari belajar menjadi kecil agar Tuhan menjadi semakin besar dan mulia! 

#inspirasi
SHARE :
Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT