Apa Sebabnya Engkau Panggul Salib ke Golgota, Tanya yang Menggugat

Ketika Dia memikul salib ke Golgota, Dia memberi contoh kepada kita. Salib hidup kita mungkin berbeda—bisa berupa kesulitan, sakit, kekecewaan, atau pengorbanan—tapi Dia berkata: "Jangan takut, Aku sudah mendahului kamu. Aku menanggung yang terberat, supaya kamu punya kekuatan untuk menjalani yang ada di depanmu."

Kolase foto ibadat Jumat Agung di Pusat Paroki St Eduardus Watunggong

Ibadat Jumat Agung merupakan rangkaian peringatan akan sengsara dan wafat Tuhan Yesus yang menebus kita. 

Di pusat Paroki St Eduardus Watunggong,  ibadat Jumat Agung diikuti ribaun umat yang memadati dalam dan luar Gereja. Meski cuaca tidak mendukung karena hujan lebat sebelum ibadat, umat tetap antusias mengikuti ibadat hingga selesai.

RD. Beben Gaguk yang memimpin Ibadat, dalam kotbahnya diawali dengan pertanyaan, Yesus apa sebabnya Kau panggul Salib ke Golgota.

Hari ini, kita berdiri di tepi jalan yang penuh darah dan air mata. Kita melihat Dia—Yesus, Sang Raja Semesta Alam—berjalan tertatih-tatih memikul kayu salib yang berat menuju Bukit Golgota, tempat yang disebut "Tempat Tengkorak".

Tubuh-Nya penuh luka akibat cambukan, kepala-Nya berdarah karena mahkota duri, dan kaki-Nya gemetar menahan lelah.

Melihat pemandangan yang menyayat hati ini, mungkin ada pertanyaan yang muncul di hati kita: "Tuhan Yesus, apa sebabnya Engkau memikul salib ini sampai ke Golgota? Mengapa Engkau tidak menolak? Mengapa Engkau tidak lari?"

Mari kita renungkan bersama jawaban-Nya:

1. Sebab Kasih yang Tak Terbatas

Yesus memikul salib bukan karena Dia bersalah, melainkan karena Dia mengasihi kita. Alkitab berkata: "Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa" (Roma 5:8).

Dia tahu bahwa dosa kita memisahkan kita dari Allah, dan hanya darah-Nya yang bisa membersihkannya. Salib itu bukan tanda kekalahan, melainkan bukti tertinggi bahwa Allah rela menyerahkan nyawa-Nya sendiri agar kita tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Dia memikul beban dosa seluruh dunia—dosa kamu, dosa aku, dosa semua orang—supaya kita bisa dibebaskan dan diperdamaikan dengan Bapa.

2. Sebab Ingin Menyelamatkan Kita

Golgota adalah tempat hukuman mati yang paling kejam pada masa itu. Namun bagi Yesus, itu adalah tempat keselamatan. Dia pergi ke sana dengan sukarela, karena Dia tahu bahwa hanya melalui wafat-Nya, kuasa maut dan dosa bisa dihancurkan.

Dia tidak berteriak marah, tidak mengutuk mereka yang menyiksa-Nya, malah berdoa: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat". Itulah kasih yang tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Dia pergi ke Golgota agar kamu dan aku bisa masuk ke dalam Firdaus.

3. Sebab Ingin Mengajarkan Kita Mengikut-Nya

Yesus pernah berkata: "Barangsiapa mau menjadi pengikut-Ku, ia harus menyangkal dirinya sendiri, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku" (Lukas 9:23).

Ketika Dia memikul salib ke Golgota, Dia memberi contoh kepada kita. Salib hidup kita mungkin berbeda—bisa berupa kesulitan, sakit, kekecewaan, atau pengorbanan—tapi Dia berkata: "Jangan takut, Aku sudah mendahului kamu. Aku menanggung yang terberat, supaya kamu punya kekuatan untuk menjalani yang ada di depanmu."

Jawaban dari pertanyaan "Apa sebabnya?" hanyalah satu kata: KASIH.

Yesus memikul salib ke Golgota karena Engkau berharga di mata-Nya. Karena Dia tidak mau kehilangan kamu. Karena Dia ingin kamu memiliki harapan dan hidup yang baru.

Mari kita berlutut hari ini, dan ucapkan terima kasih. Terima kasih, Yesus, karena Engkau rela memikul salib itu demi aku. Amin.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. ✝️????️

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT