
Dengan penuh kekhusyukan, umat berjalan bersama melewati 14 perhentian. Setiap perhentian menceritakan tahapan kisah sengsara Yesus, mulai dari dijatuhi hukuman mati, memikul salib, hingga wafat dan dimakamkan. Suasana terasa sangat hening, khidmat, dan penuh doa, seolah membawa seluruh hadirin kembali menyaksikan peristiwa penebusan dosa tertersebut.
Aksi mengeruk air sontak menjadi perhatian warga yang melintasi jalan tersebut. Mereka mengungkapkan apresiasi dan terimakasih dengan caranya masing-masing atas niat OMK untuk mengeringkan air di kubangan badan jalan umum yang mungkin tidak secara langsung menampar nurani para pemegang wewenang yang setiap hari melewati jalur itu tapi terkesan diam.
Kehidupan kaum muda saat ini tak terlepas dari media sosial, namun hal ini juga sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi kaum muda apakah mereka akan terus berada pada zona pewartaan diri ataukah juga turut mengeksplore dan mewartakan Injil lewat media sosial miliknya. Katekese kali ini mengajak kaum muda untuk lebih bijak menggunakan media sosila dan memotivasi agar mereka setia serta turut menjadi "Influencer Tuhan".
Orang Muda Katolik St Eduardus Watunggong sekali lagi membuat decak kagum dengan aksi sosial karitatif yang dilaksanakan pada Valentine Day dengan mengunjungi sebuah keluarga untuk berbagi kasih, membawa bingkisan sebagai bentuk perayaan hari Valentine, memperluas kasih sayang bagi sesama yang membutuhkan dukungan dan perhatian cinta.
Gendang Ntungal Watunggong secara resmi diakui sebagai gendang yang legal dengan forma dna natura yang ada di dalamnya setelah menerima Surat Keputusan Masyarakat Hukum Adat dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur yang diserahkan oleh Wakil Bupati, Tarsisius Sjukur, S.S. Ungkapan syukur dimaknai dengan Perayaan Ekaristi inkulturasi yang dipimpin RD. Kiven.
Keluarga besar SMAN I Sambi Rampas mengikuti kegiatan rekoleksi dan pengakuan dosa di gereja Paroki St Eduardus Watunggong sebagai salah satu persiapan diri dan batin untuk menyambut kedatangannSang Imanuel. Rekoleksi diberikan oleh Pastor Paroki, RD. Martinus Gunardi Kendo.