
Umat Keuskupan Ruteng sudah melewati 10 tahun dalam masa sinode IV dan kini mempersiapkan diri untuk berziarah dan berproses dalam pastoral pada sinode IV yang akan disidangkan sepanjang tahun 2026 untuk kemudian diejawantahkan pada sepuluh tahun ke depan yang saat ini didahului dengan katekese dan sosialisasi kepada umat tentang semangat sinodalitas seperti yang telah dilakukan di Paroki St Eduardus Watunggong.
Gereja yang sinodal memiliki ciri, yakni Gereja yang mendengarkan, Gereja yang pastisipatif, Gereja yang misioner, Gereja yang membedakan roh (discerning church) dan Gereja yang melampaui klerikalisme. Sosialisasi ini sebagai bahan awal untuk disampaikan kepada umat dalam bentuk katekese serta diskusi bersama dalam kehidupan umat di KBG, Stasi dan Paroki.
Patung bunda Maria yang ada di halaman Puspas Ruteng tetap berdiri kokoh di tengah reruntuhan gua yang terjadi akibat badai hujan yang turun deras beberapa hari terakhir. Hal tersebut merupakan sebuah peristiwa iman yang kiranya semakin meneguhkan serta membakar semangat untuk semakin beriman kepada Tuhan dan terus mencintai bunda Maria yang telah diserahkan oleh Yesus menjadi bunda kita, bunda Gereja dan bunda segala bangsa.
Monitoring kegiatan Pastoral menjadi sangat penting bagi perjalanan dan perbaikan pelaksanaan program pastoral yang sudah dan akan dilaksanakan. Monitoring dilakukan dengan memanfaatkan media digital dalam bentuk tayangan video kegiatan-kegiatan realisasi program kerja Pastoral yang sudah direncanakan pada awal tahun.