Santo-santa Tanggal 18 Juni, Orang Kudus Katolik

Setiap hari Gereja selalu memperingati, mengenangkan mereka yang dikanonisasikan menjadi orang kudus (santo dan santa) dengan memperhatikan kesucian, karya dan pembelaan akan iman Katolik. Para kudus menjadi teladan hidup iman Kristiani khususnya Gereja Katolik akan Injil.

Santa Marina

Santa Marina Santa Marinus, Marina of Bithynia, Marina the Monk, Marina of Pelagia

Santa Marina dikenal juga sebagai Santa MarinusSanta Marina dari BithyniaSanta Marina rahib, dan Santa Marina dari Pelagia. Ia hidup pada abad ke-8 di Byzantine Syria, di daerah yang saat ini menjadi wilayah negara Libanon. Ia adalah putri tunggal seorang pedagang Kristen yang makmur bernama Eugenius. Ibunya meninggal dunia ketika ia masih kanak-kanak dan ia dibesarkan ayahnya dalam tradisi Kristen yang ketat. Setelah Mariana beranjak dewasa, Eugenius berencana menikahkannya, lalu pensiun dan menjalani hidup religius sebagai seorang biarawan.

Marina menolak rencana ayahnya. Ia tidak ingin hidup berumah-tangga dan telah berkaul untuk tetap suci serta mempersembahkan dirinya kepada Tuhan. Ketika Eugenius berkeras, Marina meluluhkan hati ayahnya dengan berkata : “Bagaimana bisa seorang ayah berupaya menyelamatkan jiwanya sendiri dan melupakan keselamatan jiwa putrinya.?”

Marina menyakinkan Eugenius bahwa ia dapat menyamar sebagai seorang biarawan dan tinggal dalam biara bersama ayahnya. Dia segera mencukur rambutnya lalu mengganti pakaiannya dengan jubah biarawan. Kesungguhan Marina membuat Eugenius mengalah. Ia lalu memberikan semua harta miliknya kepada orang miskin lalu bersama Marina yang kini berganti nama menjadi “Marinus”, masuk Biara Qannoubine di Lembah Kadisha Libanon. Biara ini masih berdiri hingga saat ini dan merupakan salah satu biara tertua dalam Gereja Maronite.

Setelah sepuluh tahun hidup bersama dalam keheningan biara, menyatu dalam lantunan doa, puasa, dan bersama-sama bermadah memuji kemuliaan Tuhan di surga, Eugenius meninggal dunia. Marina terus bertahan dalam biara dan menjalani matiraga dan hidup asketis yang sangat ketat dalam sel pertapaaan. Ia tetap mampu menyembunyikan jati dirinya sebagai seorang wanita walaupun para saudaranya dalam biara telah menjadi curiga ketika mendengar suaranya yang lembut kala ia melantunkan madah pujian.

Suatu hari, biarawan “Marinus” difitnah telah menghamili putri pemilik penginapan. Ia menerima fitnah keji itu dengan diam tanpa membela diri. Abbas (kepala biara) menjadi sangat marah dan mengusirnya keluar. Marina keluar dari biara, namun ia tetap tinggal di depan pintu gerbang dan hidup sebagai seorang peminta-minta. Saat wanita yang memfitnahnya melahirkan, bayinya ia serahkan kepada Marina. Bayi yang tidak berdosa tersebut dibesarkan Marina dengan susu domba yang diberikan oleh sahabatnya para gembala. Selama bertahun-tahun Marina berjuang memelihara anak tersebut dengan mengemis di pintu gerbang biara. Sepuluh tahun kemudian, para biarawan yang iba padanya, berhasil meyakinkan Abbas untuk menerimanya kembali dalam biara.

Marina diijinkan tinggal dalam biara dengan syarat harus menjalani penitensi yang berat. Setiap hari ia harus mengerjakan banyak pekerjaan kasar seperti memasak, menimba air dan membersihkan biara; di samping menjalankan tugas rutinnya sebagai seorang rahib dalam masa penitensi. Marina berterimakasih kepada Abbas dan menjalani semua penitensinya dalam ketenangan batin yang luar biasa. Ia tidak pernah mengeluh, meski semua pekerjaan beratnya telah meremukkan tubuhnya.

Pada usia empat puluh tahun, Marina jatuh sakit dan meninggal dunia tiga hari kemudian. Abbas memerintahkan agar tubuhnya dimandikan dan dikenakan jubah baru untuk upacara pemakaman.  Saat itulah para rahib menyadari jati diri saudara mereka rahib “Marinus” yang sebenarnya. Hal ini membuat mereka sangat tertekan. Abbas dipanggil dan datang sambil menangis tersedu-sedu disisi pembaringan Marina. Dengan berlinang airmata Abbas memukuli dadanya menyesali segala kekeliruan yang telah dilakukannya.  Putri pemilik penginapan juga dipanggil dan diberitahukan bahwa rahib “Marinus” adalah seorang wanita.  Biang fitnah itu jatuh berlutut disisi Marina, menangis dan memohon pengampunan atas semua rasa sakit dan penderitaan yang harus ditanggung Marina karena fitnahannya yang keji.

Dalam misa pemakamannya, seorang biarawan tua yang buta sebelah matanya tiba-tiba dapat melihat secara penuh sesaat setelah ia menyentuh kaki Marina. Dengan penuh rasa syukur, para rahib lalu memadahkan lagu pujian atas Keagungan Tuhan yang telah mengukuhkan kesucian Marina melalui mujizat penyembuhan ini. Setelah ia dimakamkan, banyak mujizat dilaporkan terjadi pada umat yang berziarah dan berdoa di makam Marina.

Putri pemilik penginapan juga berziarah ke makam Santa Marina bersama seorang prajurit Romawi, lelaki yang dulu telah menghamilinya. Mereka berdua berdoa memohon pengampunan atas dosa yang telah mereka lakukan. Bersama-sama mereka lalu menjalani pengakuan dosa di depan umum, yang disaksikan oleh Abbas, para biarawan dan umat di Lembah Kadisha. Mereka berdua bertobat setelah tidak tahan disiksa rasa bersalah karena telah memfitnah dan menyakiti seorang wanita suci. Tradisi Gereja Maronite bahkan mengatakan : Tuhan mengijinkan setan untuk menyiksa mereka berdua setiap malam. Penyiksaan baru berhenti setelah mereka menjalani pengakuan dosa didepan umum.

Santa Marina dihormati sebagai seorang kudus oleh Gereja Katolik Roma, Gereja Maronite, Gereja-gereja Orthodox Timur dan Gereja Koptik Mesir. Dalam Gereja Katolik Roma, pestanya dirayakan pada setiap tanggal 18 juni. Pada tanggal 17 Juli 1230, Relikwi Santa Marina dibawa dari Libanon ke Venice Italia. Karena itu umat di kota Venice juga merayakan tanggal 17 Juli sebagai peringatan Hari Translasi Relikwi Santa Marina. Relikwi pahlawan iman ini kini disemayamkan disebuah gereja yang di dedikasikan bagi dirinya;  Gereja Santa Marina - Venice Italia.***


Arti nama

Marina = Bentuk Feminim dari Nama Marinus

Marianus berarti : “Berasal dari Laut” , “Orang Laut”,  “Pelaut” (Latin)

Variasi Nama

Maren (Norwegian), Maren (Danish), Marijn (Dutch), Marine (Georgian), : Marine (French)

Bentuk Pendek :

Marinella, Rina (Italian), Ina (German), Marna (Danish), Rina, Rini, Riny (Dutch), Marinka (Croatian), Marinka (Slovene)

Bentuk Maskulin :

Marino (Italian), Marino (Spanish), Marijn, Marinus (Dutch), Marinos (Greek), Marin (Romanian), Marin (Bulgarian), Marin (Croatian), Marin (Serbian), Marin (Macedonian), Marinus (Ancient Roman)


Santo Gregorius Barbarigo

Gregorius Barbarigo dilahirkan pada tahun 1625. Ia dibesarkan dan dididik di kota kelahirannya Venice, Italia. Pada usia duapuluh tahunan, ia dipilih oleh para pejabat kota Venice untuk mewakili mereka di Munster, Jerman, dalam suatu peristiwa penting.

Para pemimpin mengadakan pertemuan guna menandatangani Pakta Westphalia pada tanggal 24 Oktober 1648. Pakta ini akan mengakhiri perang selama tiga puluh tahun. Perang ini, yang dimulai pada tahun 1618, terjadi di Jerman, melibatkan pasukan-pasukan lokal Swedia dan Perancis dan pada dasarnya dipicu oleh kesalah-pahaman antara Katolik-Protestan.

Di Munster, Gregorius bertemu dengan seorang utusan paus. Utusan ini kelak menjadi Paus Alexander VII pada tahun 1655. Sang utusan mengenali kebaikan serta kualitas spiritual romo Gregorius, karena itu setelah menjadi paus ia mentahbiskannya sebagai Uskup Bergamo, Italia. Pada tahun 1660, paus memanggilnya kembali ke Roma. Kali ini bapa suci mengangkat Uskup Gregorius sebagai kardinal dan menugaskannya ke Padua.

Beato Gregorius melewatkan sisa hidupnya di kota yang telah menjadi terkenal karena St.Antonius ini. Orang sering mengatakan bahwa Kardinal Barbarigo adalah bagaikan Kardinal Borromeus yang kedua. Kardinal Barbarigo mengamalkan hidup sederhana penuh matiraga.

Ia memberikan sejumlah besar uang untuk kepentingan-kepentingan amal kasih. Ia membiarkan pintu kediamannya terbuka dan senantiasa siap melayani orang yang datang dengan masalah. Ia mendirikan sebuah perguruan tinggi dan seminari yang unggul demi mendidik para pemuda untuk menjadi imam-imam yang baik. Ia memperlengkapi seminari dengan perpustakaan kelas satu dengan banyak karya tulis para Bapa Gereja Perdana dan buku-buku mengenai Kitab Suci. Ia bahkan memperlengkai seminari dengan sebuah percetakan.

Gregorius Barbarigo wafat pada tanggal 15 Juni 1697 dalam usia tujuhpuluh dua tahun. Ia dimaklumkan sebagai “beato” pada tahun 1761 oleh Paus Klemens XIII dan dikanonisasi pada tanggal 26 Mei 1960 oleh Santo Paus Yohanes XXIII.***

 

Arti nama

Berasal dari nama Yunani  Γρηγοριος (Gregorios), yang diturunkan dari kata  γρηγορος (gregoros) yang berarti "waspada, waspada".

Variasi Nama

Gregory (English), Grigor, Krikor (Armenian), Grigor (Bulgarian), Grgur, Grga (Croatian), Řehoř (Czech), Gregers (Danish), Grégoire (French), Grigol (Georgian), Gregor (German), Gregorios (Greek), Gergely, Gergő (Hungarian), Gréagóir (Irish), Gregorio (Italian), Gregorios, Gregorius (Late Greek), Grigorijs (Latvian), Grigor (Macedonian), Gregers (Norwegian), Grzegorz (Polish), Grigore (Romanian), Grigori, Grigoriy, Grigory, Grisha (Russian), Gregor, Griogair, Greig (Scottish), Gregor (Slovak), Grega, Gregor (Slovene), Gregorio, Goyo (Spanish), Greger (Swedish), Hryhoriy (Ukrainian), Grigor (Welsh)

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT