
KBG yang dinamis akan selalu bertransformasi. Transformatif didasarkan dalam terang kasih Tritunggal. Pertama-tama harus menjadi tanda kehadiran Allah dan persekutuan kasih yang membebaskan manusia dari semua hal buruk. Kemudian meningkatkan semangat solidaritas (membantu/berbagi) relasi yang setara.
Prosesi dimaknai sebagai tanda Gereja yang sedang berjalan; melambangkan kondisi umat Allah yang berziarah bersama menuju tanah air surgawi. Gereja yang tidak hanya berpusat di altar tetapi berjalan, berziarah keluar untuk melihat realitas, membawa tanggung jawab sebagai peziarah yang membawa praksis altar ekonomi kreatif.
Romo Haryatmoko menjabarkan juga tentang trik dan tahapan pembuatan akun media digital juga menganjurkan agar sebaiknya dibentuk tim untuk lebih memudahkan seluruh proses pewartaan berbasis digital. Resiko pasti selalu ada tetapi kita mesti berkeyakinan bahwa pewartaan berbasis digital merupakan sebuah model pewartaan yang lebih mudah diakses dan cepat sampai kepada umat.
Musik liturgi Katolik merupakan musik suci yang menyatu dengan perayaan ekaristi/ibadat, berfungsi memuliakan Allah, dan menyucikan umat. Ciri utamanya adalah sakral, indah, sesuai tata gerak liturgi, dan diutamakan untuk membantu doa bersama. Nyanyian liturgi berbeda dengan lagu rohani biasa karena terikat pada teks dan ritus liturgi.
Pendamping kelompok anak mesti jeli dan memperhatikan setiap anak dengan keunikannya. Perlakuan kepada anak harus disesuaikan dengan kemauan anak, bukan atas kemauan pendamping. Mendengar mereka kemudian mengarahkan untuk sesuatu yang lebih baik, yang berguna dan berdaya mengangkat martabat luhur mereka.
Keluarga besar SMAN I Sambi Rampas mengikuti kegiatan rekoleksi dan pengakuan dosa di gereja Paroki St Eduardus Watunggong sebagai salah satu persiapan diri dan batin untuk menyambut kedatangannSang Imanuel. Rekoleksi diberikan oleh Pastor Paroki, RD. Martinus Gunardi Kendo.