
Distraksi adalah situasi yang dalamnya seseorang tidak terfokus atau terganggu pikirannya karena sesuatu yang lain. Mari kita juga mohon kekuatan-Nya supaya kita bisa membendung serta mengatasi distraksi-distraksi yang muncul dalam ziarah hidup kita.
Sebagaimana Yesus yang mencintai kita sampai tuntas dengan memberikan diri-Nya sendiri dalam kurban Ekaristi, kita juga hendaknya mampu memberikan diri kita untuk menopang dan menunjang kebaikan orang lain.
Kasih kita terhadap Tuhan itu dapat kita wujudkan melalui tiga sikap, yakni mengikuti perintah-Nya, memberikan teladan baik pada orang lain, serta menaruh kepercayaan yang sungguh pada-Nya.
Mengikuti Yesus memang berarti harus memikul salib dan menyangkal diri. Namun, itu tidak lalu berarti mengikuti Yesus bukan tanpa jaminan. Yesus sendiri menjanjikan imbalan yang setimpal bagi orang-orang yang setia kepada jalan-Nya.
Tuhan tidak ingin kita hidup dalam wilayah abu-abu. Yang Ia mau adalah kita percaya dengan sungguh kepada-Nya.
Hidup kita tidak pernah terlepas dari persoalan dan tantangan. Selama kita tetap percaya pada Tuhan, kita dapat mengatasi masalah-masalah kita dan tetap menjadi berkat bagi orang lain.