
Sebagaimana Yesus yang mencintai kita sampai tuntas dengan memberikan diri-Nya sendiri dalam kurban Ekaristi, kita juga hendaknya mampu memberikan diri kita untuk menopang dan menunjang kebaikan orang lain.
Kita diciptakan dengan kekuatan dan kelemahan masing-masing dengan tujuan agar kita saling mengisi dan kehidupan bersama. Kisah Kapak, gergaji, palu dan api merupakan sebuah cerita inspiratif untuk kita contohi bagaimana kerendahan hati dan kelemahlembutan serta kasih mengalahkan sesuatu yang keras, terutama hati yang membatu.