
Mengisi bulan Rosario 2025, umat di wilayah dan KBG Stasi pusat Paroki melakukan aksi pengerjaan telford jalan dari dan menuju gereja tepatnya di bagian timur pastoran yang menjadi salah satu jalan atau akses umat pada hari Minggu dan hari lainnya ketika ke gereja untuk ibadah ataupun untuk keperluan-keperluan lainnya di pastoran.
Paroki St Eduardus Watunggong menyelenggarakan kegiatan lomba kuis, Bertutur kitab suci dan Menyanyikan mazmur untuk seluruh kategori sekolah dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas sebagai bentuk dan proses pengembangan iman generasi muda masa depan Gereja dan memberikan wadah serta kesempatan bagi mereka untuk mengekspresikan serta mengeksplorasi kemampuannya tentang kitab suci dan pengetahuan umum dalam Gereja Katolik.
Perjalanan paroki St. Eduardus Watunggong, kini memasuki usia yang ke 16 tahun dan tergolong masih sangat belia dalam pertumbuhannya dengan pelbagai dinamika layaknya seorang anak kecil memasuki fase dalam percaturan kehidupan umat yang cukup kompleks dalam pelayanan pastoral yang tersebar dalam 9 stasi dengan topografi yang cukup ekstrem dan menantang nyali untuk melewati setiap jalan-jalannya.
Orang Muda Katolik (OMK) St Eduardus Watunggong tampil elegan pada carnaval budaya Festival Golo Curu 2025 dengan berusaha khas Congkar yakni sarung punca titi dan selendang leros yang merupakan identitas orang Congkar Manggarai Timur dan diperkenalkan kepada publik luas agar makin dikenal dan digemari.
Penampilan OMK Watunggong membawakan tarian Irong Ngerit di panggung Festival Golo Curu 2025 sangat baik karena menampilkan tarian berpuasa budaya yakni puasa adat dengan beragam ritus di dalamnya sebagai bentuk cinta dan pelestarian budaya oleh generasi muda.
Bulan Rosario tahun 2025 menjadi sebuah moment bersejarah karena umat Allah Paroki St Eduardus Watunggong Congkar-Manggarai Timur, NTT berziarah bersama bunda Maria mengunjungi seluruh wilayah Paroki dan disempurnakan dengan perayaan Ekaristi Kudus sebagai ungkapan syukur, terimakasih dan mempererat persaudaraan dan kekeluargaan antar umat dan sesama serta lebih dekat dan makin mencintai bunda Maria.