
Watunggong memberinya ruang dan cinta yang tulus serta membentuknya menjadi seorang Imam yang siap melayani. Watunggong yang meski topografi serta jalannya buruk namun senyum dan penerimaan umat menjadi kekayaan yang memotivasi dalam perjalanan imamat.
Para peserta dibekali dengan materi-materi yang mendalam, bernas, dan sangat relevan dengan tantangan pelayanan masa kini. Pengetahuan ini menjadi bekal utama bagi para pemimpin umat untuk mengimplementasikan program Paroki Sayang Anak (PSA), serta memahami langkah-langkah nyata dalam mencegah, meminimalisir dan menangani kasus-kasus kekerasan maupun pelecehan seksual yang sayangnya masih terjadi di tengah masyarakat.
Selama dua hari penyelenggaraan, suasana kegiatan terasa sangat kondusif dan hangat. Para peserta terlihat memiliki semangat dan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran. Kesetiaan mereka mengikuti jalannya acara terlihat jelas; meskipun berlangsung seharian penuh, tidak tampak rasa lelah mengurangi perhatian dan keikutsertaan mereka.
Dalam prosesi tersebut, Diakon Hendra didampingi dan diantar oleh keluarga serta rombongan umat dari Stasi Papang, Paroki St. Arnoldus Janssen Ponggeok. Sebagai wujud penyatuan iman dan budaya, ia dikalungi selendang leros, dikenakan topi khas Congkar, serta sarung Punca Titi yang menjadi ciri budaya masyarakat setempat.
Rapat persiapan perayaan Paskah dan Pentekosta tahun 2026 tingkat Paroki St Eduardus Watunggong dilaksanakan pada hari Minggu 22 Februari 2026 setelah perayaan Ekaristi dengan menghadirkan peserta dari stasi-stasi dan segenap pengurus DPP, DKP, Katekist/ta dan perwakilan Orang Muda Katolik yang berlangsung dalam semangat persaudaraan dan berciri Gereja Sinodal.
Paroki St Eduardus Watunggong dalam perjalanan waktunya yang ke 16 tahun ini sudah melewati beragam hal dalam dinamika reksa pastoral yang tentu saja selalu terbuka pada evaluasi dan masukan-masukan yang sifatnya membangun termasuk program reksa pastoral tahun 2025 yang telah dilewati wajib dievaluasi dan dilihat lagi proses dan realisasinya untuk perbaikan-perbaikan ke depan.