
KBG yang dinamis akan selalu bertransformasi. Transformatif didasarkan dalam terang kasih Tritunggal. Pertama-tama harus menjadi tanda kehadiran Allah dan persekutuan kasih yang membebaskan manusia dari semua hal buruk. Kemudian meningkatkan semangat solidaritas (membantu/berbagi) relasi yang setara.
Prosesi dimaknai sebagai tanda Gereja yang sedang berjalan; melambangkan kondisi umat Allah yang berziarah bersama menuju tanah air surgawi. Gereja yang tidak hanya berpusat di altar tetapi berjalan, berziarah keluar untuk melihat realitas, membawa tanggung jawab sebagai peziarah yang membawa praksis altar ekonomi kreatif.