
Para Imam, Suster dan Bruder tiba di paroki St Eduardus Watunggong dan diterima dengan sukacita dan nuansa adat Congkar oleh panitia Natal, Perwakilan DPP, DKP, Penasihat Paroki, Pastor Paroki dan Pastor rekan. Mereka tiba tepat pukul 16.30 Wita dalam keadaan sehat walafiat.
Gereja yang sinodal memiliki ciri, yakni Gereja yang mendengarkan, Gereja yang pastisipatif, Gereja yang misioner, Gereja yang membedakan roh (discerning church) dan Gereja yang melampaui klerikalisme. Sosialisasi ini sebagai bahan awal untuk disampaikan kepada umat dalam bentuk katekese serta diskusi bersama dalam kehidupan umat di KBG, Stasi dan Paroki.
Ungkapan syukur tahbisan imamat dilaksanakan oleh RD. Agustinus Fransiskus Naring Kiven bersama keluarga dalam bentuk misa syukur (misa sulung) dan resepsi bersama belasan imam, biarawan/ti serta ribuan umat yang turut hadir mendukung dan memberi ucapan selamat atas rahmat tahbisan imamat yang diterima RD. Kiven.