
Dalam prosesi tersebut, Diakon Hendra didampingi dan diantar oleh keluarga serta rombongan umat dari Stasi Papang, Paroki St. Arnoldus Janssen Ponggeok. Sebagai wujud penyatuan iman dan budaya, ia dikalungi selendang leros, dikenakan topi khas Congkar, serta sarung Punca Titi yang menjadi ciri budaya masyarakat setempat.
Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat menahbiskan delapan orang Diakon menjadi Imam Baru dalam perayaan Ekaristi yang dirayakan di Gereja Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga dan Santo Yosep Katedral Ruteng dihadiri dan disaksikan oleh puluhan Imam, biarawan-biarawati, keluarga para yubilaris tamu undangan serta ribuan umat yang memadati dalam gereja.